Intens.id Versi penuh
News

Resmi! Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi Hadir di Selayar, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Oleh Redaksi Intens.id 05 Jun 2026 19:15 4 menit baca

Intens.id, Selayar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi meresmikan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi, yang juga dikenal sebagai Ujung Aspal Selatan Sulawesi, di Desa Appatanah, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Jumat (5/6/2026).

Peresmian tugu monumental ini menjadi penanda penting bagi komitmen pembangunan dan penguatan identitas daerah hingga ke wilayah terluar Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Turut hadir pula komunitas rider dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan momen bersejarah ini, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah desa, serta antusiasme warga setempat.

Kehadiran beragam elemen masyarakat ini menunjukkan betapa strategis dan dinantikannya keberadaan Titik Nol ini sebagai ikon baru di ujung selatan Pulau Sulawesi.

Momen sakral peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang didampingi oleh Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan seluruh pihak yang telah bekerja keras serta berkontribusi dalam pembangunan tugu ini.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ini bukan semata-mata proyek fisik, melainkan sebuah manifestasi dari simbol identitas dan kebanggaan yang mendalam bagi masyarakat Selayar dan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol identitas dan kebanggaan daerah yang akan terus terpancar dari ujung selatan Sulawesi,” ujar Andi Sudirman dengan penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis belaka, tetapi juga menjelma menjadi sebuah ‘monumen harapan’. Monumen ini secara tegas menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata, dan menjangkau hingga ke wilayah-wilayah terluar Sulawesi Selatan, memastikan tidak ada satu pun jengkal tanah yang luput dari perhatian.

Gubernur Sulsel lebih lanjut menekankan bahwa keberadaan tugu ini menjadi saksi bisu bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan harus mampu menjangkau hingga ke ujung wilayah.

“Tugu ini menjadi saksi bahwa pembangunan di Sulawesi Selatan harus menjangkau hingga ke ujung wilayah, memastikan setiap jengkal tanah kita mendapatkan perhatian yang sama dalam upaya meningkatkan arus kunjungan wisatawan dan promosi daerah,” tegasnya.

Pesan ini menggarisbawahi pentingnya pemerataan pembangunan yang tidak hanya berpusat di perkotaan, namun juga menyentuh pelosok dan pulau-pulau terpencil, termasuk Kepulauan Selayar yang kaya akan potensi.

Selain itu, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga menegaskan bahwa keberadaan titik nol ini diharapkan dapat menjadi pesan kuat kepada dunia. Dari titik ini, Kepulauan Selayar siap menyongsong masa depan dengan percaya diri, mengandalkan potensi wisata bahari dan budayanya yang memesona.

“Dari titik nol ini, kita ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa Kepulauan Selayar, dengan keindahan wisata bahari dan budayanya yang memukau, siap menyambut masa depan. Mari kita jadikan tugu ini sebagai penggerak nyata bagi ekonomi lokal dan kebanggaan masyarakat yang tak terbatas,” imbuhnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi tersebut.

Menyambut baik visi Gubernur, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, menyampaikan bahwa peresmian Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi merupakan momentum krusial untuk memperkuat identitas daerah. Lebih jauh, ia melihat ini sebagai katalisator untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami berharap kawasan ini terus mendapat dukungan pengembangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sehingga dapat menjadi ikon wisata yang menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati, menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

Keberadaan Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi di Desa Appatanah diproyeksikan akan menjadi landmark baru yang signifikan. Selain memperkuat identitas geografis dan budaya Kepulauan Selayar, tugu ini diharapkan berfungsi sebagai magnet wisata yang kuat, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, diharapkan pula terjadi pergerakan roda perekonomian masyarakat di kawasan selatan Pulau Sulawesi, mulai dari sektor UMKM, akomodasi, hingga jasa pariwisata lainnya. Ini adalah langkah strategis dalam menjadikan Selayar sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Peresmian Titik Nol Ujung Selatan Sulawesi bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah deklarasi bahwa Kepulauan Selayar siap membuka diri dan berinovasi.

Dengan kekayaan alam bawah lautnya, keindahan pantainya, serta keramahan budayanya, Selayar melalui Titik Nol ini kini memiliki penanda yang kuat untuk memperkenalkan dirinya ke panggung nasional dan global. Harapannya, monumen ini akan menjadi simbol abadi dari kemajuan, harapan, dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya warga Kepulauan Selayar.

Topik terkait
Titik Nol Selatan Sulawesi Kepulauan Selayar Pariwisata Ujung Aspal