Intens.id Versi penuh
News

Porsenijar PGRI Sulsel 2026: Tonggak Kolaborasi Strategis Guru dan Pemerintah Daerah Demi Pendidikan Bermutu

Oleh Redaksi Intens.id 03 Jul 2026 00:12 4 menit baca

Intens.id, Sidrap – Pekan Olahraga, Seni, dan Pelajar (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan tahun 2026 resmi dibuka, menandai sebuah tonggak penting dalam upaya kolaborasi memajukan pendidikan di Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., menegaskan bahwa ajang akbar ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan guru, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam satu semangat kolektif untuk pendidikan yang lebih baik.

Pembukaan Porsenijar berlangsung meriah di Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Kamis, 2 Juli 2026, ditandai dengan upacara khidmat dan defile kontingen dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Unifah Rosyidi mengungkapkan rasa harunya melihat kekompakan yang terjalin.

"Pagi hari ini hati saya sangat bergetar melihat kekompakan gubernur, wakil gubernur, para kepala daerah, Forkopimda, pengurus PGRI, dan para guru anggota PGRI," ujarnya.

Ia menekankan bahwa Porsenijar bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah ruang vital untuk memperkuat sinergi antara guru, pimpinan daerah, dan seluruh elemen pendidikan dalam menyukseskan visi pendidikan nasional.

"Saya berbahagia sekali. Ini adalah kesempatan bersinergi antara para guru, para pimpinan, dan seluruh elemen pendidikan. Dan kita bisa lihat hari ini, kita berbahagia," tambahnya, menyoroti pentingnya kebersamaan ini.

Unifah juga menegaskan posisi PGRI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta Porsenijar untuk tidak hanya berjuang meraih prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan memperkuat tali persaudaraan.

"Di samping perjuangan yang kita gelorakan, yang pasti kita harus bersinergi. Karena PGRI adalah mitra strategis pemerintah daerah. Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, junjung tinggi persaudaraan," pesannya, mengingatkan akan nilai-nilai luhur yang harus dipegang teguh.

Lebih lanjut, Unifah Rosyidi tidak luput menyoroti pentingnya dukungan konkret pemerintah terhadap dunia pendidikan. Ia secara khusus menekankan keberlanjutan tunjangan profesi guru dan pengelolaan anggaran pendidikan yang sepenuhnya diserahkan kepada pihak yang mengelola pendidikan, termasuk pemerintah daerah.

Menurutnya, para pemimpin daerah adalah "orang tua" dalam membangun pendidikan yang bermutu. "Tidak lupa, ini adalah bentuk kerja sama yang luar biasa, sinergi yang luar biasa. Agar tunjangan profesi guru tetap ada, dan dana pendidikan diserahkan sepenuhnya kepada yang mengelola pendidikan, termasuk pemerintah daerah. Karena para pemimpin ini adalah orang tua kita dalam membangun pendidikan yang bermutu," tegasnya, menggarisbawahi komitmen pemerintah sebagai pondasi utama kemajuan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Unifah juga melontarkan ajakan unik kepada seluruh guru peserta Porsenijar. Ia mengajak para guru untuk menunjukkan kebersamaan dan dukungan terhadap kemajuan pendidikan dengan memviralkan foto bersama kepala daerah masing-masing.

"Saya pribadi dan Pengurus Besar PGRI mengajak: viralkan foto dengan kepala daerah masing-masing. Kita sampaikan keinginan kita. Tetap jalankan tugas di rumah masing-masing. Tetap melakukan yang terbaik untuk anak didik kita," ajaknya, mendorong partisipasi aktif guru dalam menyuarakan aspirasi dan mempererat hubungan dengan pemimpin daerah.

Upacara pembukaan Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kehadiran para pejabat tinggi daerah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah provinsi terhadap dunia pendidikan dan kolaborasi dengan PGRI.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, yang menambah semarak dan bobot acara.

Selain jajaran pimpinan daerah, turut hadir pula sejumlah tokoh penting lainnya, di antaranya Ketua TP PKK Sidrap Haslinda Syaharuddin, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Dandim 1420/Sidrap Letkol Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Kajari Sidrap Adhy Kusumo, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, anggota DPRD Sidrap, kepala OPD, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektor terhadap suksesnya penyelenggaraan Porsenijar ini.

Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 diikuti oleh sekitar 72 ribu peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, menjadikannya salah satu ajang terbesar yang melibatkan komunitas pendidikan di provinsi tersebut. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari tanggal 2 hingga 6 Juli 2026. Diharapkan, melalui Porsenijar ini, semangat kebersamaan, sportivitas, dan sinergi antara guru, pemerintah, dan masyarakat dapat semakin menguat, membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara keseluruhan.

Topik terkait
Poresenijar Sidrap