Intens.id Versi penuh
Religi

Peringati 1 Muharam 1448 H, JK Tekankan Peran Masjid sebagai Motor Penggerak Ekonomi dan Pendidikan

Oleh Redaksi Intens.id 16 Jun 2026 18:49 4 menit baca

Intens.id, Bandung – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, menegaskan kembali peran fundamental masjid yang melampaui fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.

Menurutnya, masjid harus bertransformasi menjadi pusat peradaban yang berdaya, mampu tidak hanya dimakmurkan, tetapi juga memakmurkan jamaah serta masyarakat di sekitarnya. Penegasan ini disampaikan JK, sapaan akrabnya, dalam sambutan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (16/6/2026).

Dalam pidatonya yang disimak oleh ratusan jamaah dan tokoh masyarakat, Jusuf Kalla menekankan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah bukanlah sekadar perayaan rutin. Lebih dari itu, momentum ini merupakan panggilan untuk melakukan introspeksi mendalam dan evaluasi komprehensif terhadap berbagai aspek kehidupan.

"Kalau Tahun Baru Hijriah itu adalah momentum introspeksi. Kita mengevaluasi apa yang telah dilakukan selama setahun terakhir dan apa yang harus diperbaiki ke depan," ujar JK, menyerukan pentingnya refleksi diri bagi setiap individu, umat, dan bangsa secara keseluruhan.

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 ini juga mengupas makna filosofis di balik penetapan kalender Hijriah. Ia menjelaskan bahwa permulaan kalender Islam yang berlandaskan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, menyimpan pesan universal tentang perubahan dan kemajuan.

"Hijrah berarti perubahan. Karena itu, Tahun Baru Hijriah mengajarkan kita untuk terus melakukan perbaikan dan kemajuan," kata JK, mengingatkan bahwa semangat hijrah adalah semangat untuk senantiasa beranjak dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik dan produktif.

Secara khusus, JK menyoroti peran strategis masjid dalam membangun kemajuan peradaban umat. Ia mengusung sebuah konsep yang menantang pandangan umum: bahwa masjid tidak hanya harus "dimakmurkan" dalam artian fisik dan fasilitas, tetapi juga wajib "memakmurkan" jamaahnya.

"Selama ini kita hanya berbicara memakmurkan masjid. Padahal, masjid juga harus memakmurkan jamaahnya," tegas JK.

Ia menjelaskan bahwa masjid tidak boleh hanya menjadi tempat shalat semata, melainkan harus berkembang menjadi pusat pendidikan, pengembangan ekonomi, dan motor penggerak kemajuan masyarakat.

Menurut Jusuf Kalla, kemajuan peradaban umat sangat bergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemampuan ekonomi yang mandiri. Oleh karena itu, masjid memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam mendorong pendidikan dan kewirausahaan di kalangan umat.

"Peradaban dibangun oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan berusaha. Tanpa itu, sulit bagi umat untuk maju dan beradab," paparnya, menggarisbawahi urgensi masjid dalam memfasilitasi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengingatkan hadirin akan teladan Rasulullah SAW. Ia mencontohkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang sukses jauh sebelum diangkat menjadi nabi.

Menurut JK, semangat berusaha dan berdagang merupakan bagian integral dari sunah Rasulullah yang perlu dihidupkan kembali di tengah masyarakat Muslim. "Rasulullah lebih lama menjadi pedagang daripada masa kenabiannya. Karena itu, semangat berusaha dan bekerja keras juga merupakan bagian dari sunah yang harus dicontoh," ujarnya, memotivasi umat untuk meneladani etos kerja dan kewirausahaan Nabi.

Tidak hanya itu, Jusuf Kalla turut menekankan pentingnya peran perempuan dalam kemajuan umat Islam. Ia merujuk pada sosok Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pendukung utama perjuangan Rasulullah pada masa-masa awal dakwah Islam. Peran Siti Khadijah yang memberikan dukungan moral dan finansial, menjadi bukti nyata kontribusi besar kaum perempuan.

"Kalau tidak ada Siti Khadijah yang mendukung dan membiayai perjuangan Rasulullah, tentu dakwah Islam tidak akan mudah berkembang. Karena itu, peran ibu-ibu sangat penting dalam kemajuan umat," tutur JK, mengapresiasi dan mendorong peran aktif perempuan dalam berbagai lini kehidupan.

Mengakhiri sambutannya, Jusuf Kalla mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai titik tolak untuk mengevaluasi diri secara menyeluruh, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat fondasi pendidikan, serta membangun kemandirian ekonomi umat yang lebih kokoh.

"Makna Tahun Baru Hijriah bukan sekadar perayaan, tetapi momentum evaluasi dan perbaikan diri agar umat Islam semakin maju, berilmu, dan sejahtera," pungkasnya, meninggalkan pesan mendalam tentang pentingnya pembangunan holistik dalam diri dan komunitas.

Acara peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H tersebut berlangsung meriah dan penuh makna. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Bandung Muhammad Farhan beserta jajaran unsur Pemerintah Kota Bandung, para Pengurus Dewan Masjid Indonesia, Ulama, Tokoh Masyarakat, serta ratusan jamaah yang memadati Masjid Agung Bandung dari berbagai wilayah di Kota Kembang.

Topik terkait
Muharram 1448 Hijriyah