ISMEI Menggelar SELENA 2026 di ULM, Rumuskan Strategi Ketahanan Pangan dan Energi untuk Indonesia Emas 2045
Intens.id, Banjarmasin – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan nasional melalui penyelenggaraan Seminar dan Lokakarya Nasional (SELENA) 2026. Bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM), kegiatan ini mengusung tema krusial "Akselerasi Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi melalui Inovasi Berkelanjutan sebagai Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas 2045". SELENA 2026 menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi atas tantangan fundamental bangsa.
Tema yang diangkat dalam SELENA 2026 ini bukan tanpa alasan. Ketahanan pangan dan kemandirian energi merupakan dua pilar esensial yang menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan berkelanjutan suatu negara, khususnya dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi interaktif antara mahasiswa, akademisi, perwakilan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Harapannya, dari diskusi dan lokakarya yang intensif, akan lahir gagasan-gagasan inovatif yang solutif untuk menjawab tantangan pembangunan Indonesia di masa depan.
Sebagai tuan rumah, BEM FEB ULM menunjukkan dedikasi dalam menyukseskan agenda nasional ISMEI ini. Kolaborasi antara ISMEI dan BEM FEB ULM menjadi representasi nyata dari kontribusi aktif mahasiswa ekonomi Indonesia dalam menghadirkan forum ilmiah yang berdampak luas bagi masyarakat dan bangsa. Acara ini turut dihadiri oleh delegasi mahasiswa ekonomi dari seluruh penjuru Indonesia yang tergabung dalam ISMEI, menandakan komitmen kolektif mahasiswa dalam menyumbangkan pemikiran strategis bagi pembangunan nasional serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Guna memperkaya perspektif dan kedalaman pembahasan, SELENA 2026 menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah. Para narasumber ini memiliki kompetensi serta rekam jejak yang mumpuni dalam bidang ekonomi, energi, pangan, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran mereka diharapkan mampu memantik diskusi yang lebih mendalam serta memandu peserta dalam merumuskan solusi-solusi yang relevan dan aplikatif.
M. Soeb Alfian, selaku Badan Pimpinan Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI), menekankan bahwa SELENA 2026 lebih dari sekadar ajang diskusi akademik. "Ini adalah sarana vital bagi kami untuk merumuskan solusi konkret atas berbagai tantangan bangsa," ujarnya. Ia menambahkan, "Melalui seminar dan lokakarya ini, ISMEI berkomitmen menghadirkan rekomendasi kebijakan yang konstruktif dan berbasis kajian. Rekomendasi ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan, kemandirian energi, dan visi Indonesia Emas 2045."
Lebih lanjut, rangkaian lokakarya dalam SELENA 2026 dirancang secara sistematis untuk tidak hanya berdiskusi, melainkan juga menghasilkan rumusan gagasan, strategi, dan rekomendasi kebijakan yang kuat. Rumusan ini akan didasarkan pada kajian akademik mendalam serta kondisi riil di lapangan. Hasil-hasil pembahasan yang dihimpun dari partisipasi aktif peserta, masukan narasumber, pandangan akademisi, dan perspektif pemangku kepentingan lainnya akan dikompilasi menjadi sebuah dokumen rekomendasi kebijakan. Dokumen ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan strategis dalam perumusan kebijakan terkait ketahanan pangan, kemandirian energi, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui inisiatif Seminar dan Lokakarya Nasional (SELENA) 2026 ini, ISMEI berharap dapat terus memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam mendorong lahirnya gagasan strategis, inovatif, dan berkelanjutan. Kontribusi aktif mahasiswa ekonomi Indonesia diharapkan semakin memperkuat pembangunan nasional serta menjawab berbagai tantangan ekonomi yang kompleks, demi terwujudnya masa depan Indonesia yang lebih baik.