Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed dan Zohran Mamdani Sinyal Kuat Transformasi Politik AS
Intens.id, WASHINGTON D.C. – Imam Shamsi Ali Al-Nuyorki, tokoh Muslim terkemuka di Amerika Serikat, menyatakan bahwa Negeri Paman Sam saat ini tengah mengalami transformasi politik yang sangat besar. Menurutnya, perubahan ini terbukti nyata dengan kemenangan sejumlah kandidat politik yang berani menentang arus status quo yang selama ini mencengkeram politik Amerika.
Dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, 6 Agustus 2026 di Makassar, Shamsi Ali menyebut status quo tersebut dikendalikan oleh lobi-lobi politik seperti AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), lobi Zionis Israel, serta kepentingan para kapitalis. Ia menegaskan bahwa kemenangan Abdul El-Sayed di Michigan, dan kemenangan fenomenal Zohran Mamdani, seorang anggota Majelis Negara Bagian New York, adalah bukti paling nyata bahwa transformasi politik ini bukan sekadar ilusi.
"Belum lagi kemenangan beberapa kandidat lain, termasuk tiga calon anggota Kongres yang didukung oleh Zohran Mamdani di Kota New York. Maka benar jika saya katakan: perubahan itu pasti," tulis Shamsi Ali. Ia mempertanyakan mengapa transformasi ini bisa terjadi, mengingat politik Amerika begitu kuat terbelenggu oleh kepentingan segelintir pemilik modal dan kekuatan lobi, khususnya lobi Zionis Israel yang ia sebut masih mengendalikan kebijakan luar negeri Amerika.
Imam Shamsi Ali mengidentifikasi empat faktor utama yang mendorong perubahan ini, yang sebagian bersifat eksternal dan sebagian lainnya internal.
1. Kerinduan Akan Perubahan
Menurut Shamsi Ali, masyarakat Amerika telah lama mengalami stagnasi politik dan berjalan di tempat. Mereka terlalu lama berada dalam zona nyaman stabilitas politik, di mana demokrasi seolah masih berjalan dan keseimbangan kekuasaan masih terlihat. Rasa aman yang dianggap "taken for granted" inilah, sebutnya, yang menjadi celah masuknya "parasit politik" berbahaya seperti lobi Zionis dan kapitalis.
Seiring waktu, penetrasi tersebut semakin nyata dan terasa. Koreksi masyarakat terhadap berbagai kebijakan yang bertentangan dengan Konstitusi dan nurani manusia diabaikan oleh penguasa. Kegerahan pun tumbuh, namun terus dibungkam oleh permainan lobi Zionis dan kepentingan kapitalis. Kondisi ini membuat masyarakat semakin gerah dan mendambakan perubahan, meskipun pintu menuju perubahan terasa terkunci rapat oleh kekuatan uang.
2. Genosida Gaza dan Kebangkitan Nurani Manusia
Kerinduan akan perubahan itu, lanjut Shamsi Ali, akhirnya menemukan momentumnya melalui peristiwa pembantaian dan genosida di Gaza. Kekejaman Israel di Gaza, di era keterbukaan media dan media sosial, tidak lagi bisa ditutupi dan dimanipulasi. Selama ini, menurutnya, masyarakat Amerika tertipu oleh media arus utama yang masih dikontrol oleh pemilik kepentingan yang sama.
Realitas kekejaman di Palestina, khususnya Gaza, telah menyingkap nurani kemanusiaan bangsa Amerika. Nurani yang selama ini "dibutakan" oleh politisi-politisi yang terbeli oleh AIPAC dan media, akhirnya tersentuh oleh "kezaliman Zionis" terhadap bangsa Palestina. Fenomena ini terlihat jelas dalam dukungan luar biasa terhadap Zohran Mamdani, seorang anggota Majelis Negara Bagian New York, khususnya dari kalangan muda dan bahkan warga Yahudi sendiri, yang tergerak oleh isu Gaza.
Kekejaman dan penderitaan warga Gaza tidak hanya menyentuh warga biasa, tetapi juga menyadarkan sebagian politisi. Shamsi Ali mencatat adanya perubahan di Kongres baru-baru ini, di mana lebih dari 100 anggota Kongres mendukung penghentian bantuan militer tanpa syarat untuk Israel. Hal ini, menurutnya, menjadi tren di kalangan calon-calon politik yang semakin berani memisahkan diri dari AIPAC dan oligarki.
3. Kegagalan Kebijakan Pemerintah Amerika
Faktor lain yang mempercepat proses perubahan adalah kebijakan pemerintah Amerika sendiri, baik dari Partai Demokrat maupun Republik. Shamsi Ali berpendapat bahwa kritik terhadap kebijakan Presiden Biden terkait genosida di Gaza, yang ia sebut sebagai "Zionis Katolik," telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.
Meskipun sebagian masyarakat Amerika mengetahui rekam jejak Donald Trump, harapan akan perubahan begitu besar sehingga mereka memilihnya. Namun, harapan itu pun sirna. Apa yang dilakukan Donald Trump secara kasat mata mungkin tidak terlihat sekejam yang terjadi di era Biden, namun secara substansi dukungannya terhadap "kekejaman Zionis" justru lebih parah, karena Trump disebut memberikan dukungan penuh kepada Israel untuk mewujudkan "mimpi mereka: Israel Raya." Hal ini terwujud dalam berbagai kebijakannya, termasuk serangan terhadap Iran.
Intinya, kebijakan yang ia nilai "zalim" dari pemerintah Amerika, baik di bawah Demokrat maupun Republik, justru menjadi pemicu percepatan perubahan politik. Di internal Partai Demokrat sendiri, sekitar 60% mulai beralih ke apa yang dikenal sebagai "Democratic Socialist." Salah satu figur terpopulernya hari ini adalah anggota Majelis Negara Bagian New York, Zohran Mamdani. Abdul El-Sayed sendiri mengaku bukan Democratic Socialist, tetapi pandangan-pandangannya sejalan dan didukung penuh oleh Bernie Sanders, yang dikenal sebagai guru dari gerakan democratic socialist.
4. Peran dan Inspirasi Zohran Mamdani
Shamsi Ali juga menyoroti peran dan inspirasi politik yang dimainkan oleh anggota Majelis Negara Bagian New York, Zohran Mamdani. Ia menyebut dua hal yang luar biasa dari Zohran yang telah menginspirasi perubahan lanskap politik Amerika: identitasnya sebagai seorang Muslim dan sikapnya yang tegas terhadap genosida di Gaza.
Kedua hal itu, menurut Shamsi Ali, telah membuka mata masyarakat Amerika yang selama ini terbuai dalam zona nyaman. Masyarakat disadarkan oleh Zohran bahwa di tengah rasa aman dan nyaman itu ada sesuatu yang salah secara fundamental. Karena itu dibutuhkan keberanian dan konsistensi untuk mengubahnya. "Dan keberanian itulah yang mengantarkan Zohran pada kemenangan, dan juga kemenangan bagi mereka yang mengikuti jejaknya," tegas Shamsi Ali.
Transformasi Politik Amerika yang Nyata
Imam Shamsi Ali menyimpulkan bahwa Amerika sedang mengalami perubahan besar-besaran. Meskipun hasilnya mungkin belum terlihat seratus persen hari ini, mengingat legislatif maupun eksekutif masih didominasi oleh mereka yang ia sebut telah "tergadaikan" oleh lobi dan kepentingan Zionis serta kapitalis, namun kemenangan Zohran Mamdani di New York, Abdul El-Sayed di Michigan, dan kandidat-kandidat lainnya, membuktikan bahwa Amerika memang sedang berada dalam proses transformasi politik yang nyata.
*Keterangan tertulis ini disampaikan oleh Imam Shamsi Ali Al-Nuyorki, seorang Muslim Amerika yang bangga. Redaksi menyajikan pandangan ini sebagai bagian dari keberagaman opini yang ada.