IKATSI Unhas, PII Makassar, dan Fakultas Teknik Unhas Perkuat Komitmen Kerjasama Berkelanjutan
intens.id Makassar – Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Hasanuddin (IKATSI Unhas) mengambil langkah strategis dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Makassar dan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Penandatanganan ini menegaskan komitmen ketiga pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dalam berbagai bidang. Acara penting ini berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2024, di Gedung CoT Lantai 2 Kampus Fakultas Teknik Unhas, Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Menurut Zulkifli, S.T., selaku Penanggung Jawab kegiatan, penandatanganan MoU ini bertujuan untuk membangun dan memperkuat jalinan kerja sama yang berkelanjutan. Jalinan ini tidak hanya terbatas pada lingkungan alumni dan kampus, melainkan juga merangkul pemerintah, organisasi profesi, hingga pihak swasta, demi menciptakan ekosistem kolaborasi yang kokoh dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta profesi ketekniksipilan.
Sejumlah tokoh penting turut hadir menyaksikan dan menandatangani kesepakatan ini. Mereka adalah Ketua IKATSI Unhas, Ir. Andi Subhan Mustari, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng; Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Isran Ramli, S.T., M.T., IPM., AER; Ketua PII Cabang Makassar, Prof. Dr. Ir. Rustan Tarakka, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng; serta Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PS PPI) Unhas, Dr. Eng. Ir. Ilham Bakri, S.T., M.Sc., IPM, ASEAN Eng. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh dari masing-masing institusi terhadap inisiatif kerjasama ini.
Ketua IKATSI Unhas, Ir. Andi Subhan Mustari, mengungkapkan harapannya bahwa MoU ini akan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan bersama. "Penandatanganan MoU antara IKATSI Unhas, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, serta Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Makassar ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, alumni, dan organisasi profesi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi ini krusial untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di sektor konstruksi dan infrastruktur.
Lebih lanjut, Subhan Mustari menekankan bahwa MoU ini tidak hanya bersifat seremonial. "Kami berharap MoU ini tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat bagi semua pihak, termasuk masyarakat luas," pungkasnya. Implementasi ini diharapkan mencakup berbagai inisiatif seperti pengembangan riset bersama, program pengabdian masyarakat, peningkatan kapasitas profesional, hingga fasilitasi magang dan rekrutmen bagi mahasiswa dan alumni teknik sipil.
Dengan terjalinnya kerjasama ini, diharapkan tercipta ekosistem yang saling mendukung, mempercepat inovasi di bidang teknik sipil, serta berkontribusi nyata pada pembangunan regional dan nasional. Komitmen ketiga pihak ini menjadi angin segar bagi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) insinyur yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.