Hilirisasi Pintu Tranformasi Perekonomian Indonesia?
Hilirisasi Pintu Tranformasi Perekonomian Indonesia? Muh. Fachri Dangkang (BP ISMEI) Intens.id - Hilirisasi sumber daya alam menjadi hal menarik untuk ditelaah lebih jauh terutama ketika sering...
Jalurdua.com
Hilirisasi Pintu Tranformasi Perekonomian Indonesia? Muh. Fachri Dangkang (BP ISMEI) Intens.id - Hilirisasi sumber daya alam menjadi hal menarik untuk ditelaah lebih jauh terutama ketika seringkali muncul dalam debat-debat pilpres yang telah diselenggarakan oleh KPU. Tema hilirisasi seakan-akan menjadi branding politik yang coba ditawarkan oleh capres dan cawapres dari 02. Konsep tentang hilirisasi sebenarnya bukan hal baru melainkan telah menjadi bagian penting yang diprioritaskan oleh Pemerintahan Jokowi. Strategi kebijakan pembangunan yang dicanangkan pemerintah kemudian mengedepankan model atau metode hilirisasi. Sektor yang menjadi perhatian serius dari pemerintahan Jokowi adalah hilirisasi minerba (pertambangan) dan hilirisasi pertanian. Kedua hal ini tentunya akan sangat berkaitan dengan pasokan dan kualitas sumber daya alam Indonesia. Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang memadai tentunya harus juga mempertimbangkan dan memprioritaskan hilirisasi sebagai model utama arah kebijakan pembangunan akan tetapi dengan pelaksanaan yang dilakukan secara tepat dan tidak ugal-ugalan. Menurut Presiden, nilai tambah yang dihasilkan oleh hilirisasi sangat besar. Berdasarkan data yang diterima, proyeksi dampak hilirisasi minerba dan gas akan menambah Produk Domestik Bruto (PDB) dan membuka lapangan kerja hingga 8,8 juta. Presiden pun berharap melalui konsistensi hilirisasi, Indonesia akan menjadi negara maju dengan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia pada tahun 2045 mendatang bisa mencapai angka 9 hingga 11 triliun USD. Selain itu, pendapatan per kapita Indonesia juga bisa mencapai 21.000 USD hingga 29.000 USD (Kominfo.co.id, 1 Feburari 2023). Namun, beberapa ekonom dan pengamat ekonomi gencar mempersoalkan hilirisasi sebagai kebijakan pemerintah yang tidak berorientasi pada kepentingan rakyat, sebaliknya menguntungkan pihak asing. Seperti yang disampaikan ekonom senior INDEF, bahwa hilirisasi di Indonesia nyata-nyata mendukung industrialisasi di China. Dari hilirisasi itu, kita hanya dapat 10 persen, 90 persennya ke China,” kata Faisal Basri, Selasa (8/8) lalu. Bang Faisal Basri mengatakan,berdasarkan data 2014, nilai ekspor bijih nikel (kode HS 2604) hanya Rp1 triliun. Ini didapat dari ekspor senilai US$85,913 juta dikalikan rerata nilai tukar rupiah pada tahun yang sama yaitu Rp11,865 per US$. Lalu, dari mana angka Rp510 triliun? seperti yang pak jokowi sampaikan. Berdasarkan data 2022, nilai ekspor besi dan baja (kode HS 72) yang diklaim sebagai hasil dari hilirisasi adalah US$27,8 miliar. Berdasarkan rerata nilai tukar rupiah tahun 2022 sebesar 14.876 per US$, nilai ekspor besi dan baja (kode HS 72) setara dengan Rp413,9 triliun. A. Apa Itu Hilirisasi ? Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), hilirisasi telah dicanangkan Pemerintah Indonesia sejak tahun 2010 lalu. Hilirisasi merupakan suatu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki negara. Dengan adanya hilirisasi, komoditas yang diekspor bukan lagi berupa bahan baku, tetapi berupa barang setengah jadi atau barang jadi. B. Tujuan Hilirisasi Adapun tujuan dari hilirisasi, yaitu untuk meningkatkan nilai jual komoditas, memperkuat struktur industri, menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan, serta meningkatkan peluang usaha di dalam negeri. Hilirisasi menjadi sesuatu yang wajib dilakukan untuk meminimalisir dampak dari penurunan harga komoditas. Jika Indonesia terus bergantung pada ekspor komoditas mentah, maka Indonesia akan mudah terpuruk ketika nilai jual komoditas tersebut menurun. Sebaliknya, jika Indonesia mengekspor barang setengah jadi atau barang jadi, maka nilai jualnya pun semakin tinggi. Selain itu, harga barang setengah jadi maupun barang jadi cenderung lebih stabil daripada harga bahan baku. C. Jenis-Jenis Hilirisasi Industri Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ,fokus untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah industri melalui hilirisasi di sektor industri berbasis agro, berbasis bahan tambang dan mineral serta berbasis migas dan batu bara pada 2022.- Industri berbasis Agro.
- Sektor industri berbasis bahan tambang mineral,.
- Program hilirisasi industri berbasis migas
- Hilirisasi pertanian dimulai pada tahun 2011 dengan diawali hilirisasi industri CPO.
- Pada 2012 dibangun smelter pengolahan bijih nikel dan tembaga.
- Pada 2015 hilirisasi nikel diawali di Morowali oleh perusahaan dari Tiongkok.
- Pada 2022 hilirisasi logam dengan menggalakkan larangan ekspor nikel dan adanya tuntutan dari WTO.
- Hilirisasi tambang direncanakan mulai dari 2023-2025 dengan program larangan ekspor aluminium pada 2023 serta dimulainya hilirisasi tembaga dan timah
- D. Kebijakan Pemerintah Dalam Mendorong Hilirisasi.
- Membangun iklim investasi yang sehat
- Mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja yang bertujuan mempermudahkan prosedur perizinan, investasi, dan ketenagakerjaan.
- Meluncurkan OSS-RBA atau Online Single Submission Risk Based Approach untuk meningkatkan transparansi dan keterbukaan dalam memperoleh izin berusaha. OSS-RBA ini membuat proses perizinan lebih mudah dan cepat.
- Mengeluarkan Daftar Prioritas Investasi (DPI) dalam Perpres Nomor 10 tahun 2021. Dalam hal ini, jika investor berinvestasi di sektor prioritas akan mendapatkan insentif, baik fiskal maupun nonfiskal.
- Mendirikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja serta memberikan kontribusi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya.
- Membangun Smelter PT Freeport Indonesia
- Pemerintah telah menetapkan larangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020 dengan menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019. Dengan penghentian ekspor nikel, pemerintah memperkirakan akan terjadi peningkatan nilai ekspor hingga mencapai 20 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) di akhir tahun ini.