Intens.id Versi penuh
News

Dua Tahun Berturut-turut, Bulukumba Jadi 'Kampus Lapangan' Mahasiswa UGM

Oleh Redaksi Intens.id 26 Jun 2026 12:50 3 menit baca

Intens.id, Bulukumba – Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kembali mendapat kepercayaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Ini merupakan tahun kedua berturut-turut daerah berjuluk Bumi Panritalopi tersebut dipilih menjadi "kampus lapangan" bagi puluhan mahasiswa UGM, sebuah indikasi kuat komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba dalam mengakselerasi kemajuan sektor pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Penerimaan resmi puluhan mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 dilaksanakan di Aula Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi, pada Kamis, 25 Juni 2026.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, didampingi oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemkab, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Daud Kahal, Kepala Bapperida Andi Irma Darmayanti, Kepala Kesbangpol Ahmad Arfan, serta para pejabat eselon III, Camat Bontobahari, dan Kepala Desa Bira serta Darubiah.

Turut hadir pula perwakilan alumni UGM Yogyakarta di Bulukumba, Alimin. Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, drg. Mayu Winnie Rachmawati, turut memberikan sambutan secara virtual.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya kembali Bulukumba sebagai lokasi KKN-PPM UGM. Beliau menekankan bahwa kepercayaan ini menjadi bukti nyata sinergi antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah dalam upaya pembangunan berkelanjutan.

"Kami bangga karena Bulukumba selalu terpilih sebagai lokasi mahasiswa KKN UGM. Tahun lalu di Kecamatan Kajang dan Bontohari," ujar Andi Edy Manaf, seraya mengajak para mahasiswa untuk turut mendorong pengembangan berbagai potensi yang dimiliki Bulukumba.

Lebih lanjut, Andi Edy Manaf menegaskan bahwa KKN-PPM bukan sekadar agenda akademik untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, melainkan sebuah momentum penting untuk membangun kolaborasi antara dunia akademis, pemerintah, dan masyarakat.

"KKN-PPM ini bukan hanya kegiatan pengabdian semata, tapi juga salah satu bentuk proses pembelajaran dengan cara memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa untuk dapat hidup di tengah masyarakat," jelasnya.

Pemkab Bulukumba berharap melalui program ini, para mahasiswa dapat mengasah keterampilan lunak (soft skills) seperti kemitraan, kerja sama tim lintas disiplin keilmuan, serta kepemimpinan dalam mengelola program pemberdayaan masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan, drg. Mayu Winnie Rachmawati, yang hadir secara virtual, menyampaikan bahwa total terdapat 28 mahasiswa yang akan mengikuti KKN-PPM di Bulukumba, terdiri dari 15 perempuan dan 13 laki-laki. Mahasiswa tersebut akan terbagi dalam dua sub unit dan ditempatkan di Desa Bira dan Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari.

"Kami menitipkan untuk dapat dibimbing-diarahkan dan diberi ruang belajar untuk mengenal realitas yang sebenarnya," ungkap drg. Mayu Winnie Rachmawati, seraya memohon agar para mahasiswa dapat dibina layaknya anggota masyarakat sendiri, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka dan masyarakat Bulukumba.

Koordinator Mahasiswa KKN-PPM UGM di Bulukumba, Muhammad Zikri Abdussalam, memaparkan tema dan tujuan pelaksanaan kegiatan. Tema KKN-PPM UGM 2026 di Kabupaten Bulukumba adalah "Penguatan Pendekatan Terintegrasi Berbasis Sistem, Data, dan Kapasitas Lokal untuk Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Bira dan Desa Darubiah melalui Pengelolaan Desa Wisata, Ekonomi Lokal, serta Lingkungan yang Mandiri dan Berkelanjutan menuju Masyarakat yang Sehat, Cakap, dan Berdaya Saing."

Tema ini mencerminkan fokus pada solusi inovatif dan berkelanjutan untuk tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir. Pelaksanaan KKN-PPM UGM di Bulukumba ini akan berlangsung hingga pekan kedua Agustus 2026.

Kehadiran mahasiswa UGM ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi konkrit sebagai agen perubahan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk menambah khazanah keilmuan dan pengalaman berharga dalam memahami dinamika sosial kemasyarakatan. Perlu diketahui, pada Juni 2025, Bulukumba juga menjadi tuan rumah bagi 53 mahasiswa KKN-PPM UGM, yang kala itu diterima langsung oleh Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf. 

Topik terkait
UGM Bulukumba Pesisir KKN