Dorong Islam Moderat Dunia, DMI Gandeng Dewan Imam Nasional Australia Perkuat Peran Masjid
Intens.id, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mendorong penguatan kerja sama strategis antara organisasi masjid di Indonesia dengan komunitas Muslim di Australia. Dorongan ini disampaikan usai Kalla menerima kunjungan silaturahmi Presiden Dewan Imam Nasional Australia, Sheikh Shadi Al Suleiman, di Kantor Pusat DMI, Jalan Matraman, Jakarta Timur, pada Rabu (15/7/2026). Pertemuan ini menandai langkah awal penting dalam mempererat hubungan keumatan antar kedua negara, dengan fokus pada pengembangan peran masjid sebagai pusat peradaban dan moderasi.
Dalam pertemuan tersebut, Jusuf Kalla menyoroti pesatnya perkembangan Islam di Australia. Menurutnya, pertumbuhan ini didorong oleh keberagaman umat Islam yang berasal dari berbagai negara dan kini menjadi bagian integral dari masyarakat Australia.
“Perkembangan Islam di Australia itu sangat besar sekali, karena keberagaman Islam dari banyak negara yang merupakan imigran di Australia,” ujar Kalla, menggambarkan dinamika komunitas Muslim di Negeri Kanguru yang semakin multikultural.
Kalla menambahkan, pertemuan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk mempererat hubungan antara DMI dan berbagai organisasi Islam di Australia. Ia menguraikan berbagai bentuk kerja sama yang bisa diimplementasikan, meliputi program pelatihan, pertukaran imam, hingga inisiatif pengembangan kapasitas umat.
“Hubungan antara umat dan organisasi itu biasa kita lakukan, seperti pelatihan-pelatihan, tukar-menukar imam dan sebagainya. Itu bisa dilakukan,” tegas Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini, menekankan potensi kolaborasi yang luas dan saling menguntungkan.
Senada dengan Jusuf Kalla, Presiden Dewan Imam Nasional Australia, Sheikh Shadi Al Suleiman, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesempatan berdiskusi dengan jajaran DMI. Sheikh Shadi secara khusus memuji peran DMI yang dinilai luar biasa dalam mengelola jaringan masjid di Indonesia.
“Sangat penting bahwa kita mencoba membawa masjid bersama dan menyatukan aktivitas mereka agar mencapai tujuan yang sama. Membawa 800 ribu masjid di Indonesia adalah sesuatu yang indah,” ungkap Sheikh Shadi, menggambarkan kekagumannya terhadap skala pengelolaan masjid di Tanah Air yang merupakan populasi Muslim terbesar di dunia.
Sheikh Shadi berharap, pertemuan ini akan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi berkelanjutan antara Dewan Imam Nasional Australia dan DMI, terutama dalam mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat.
“Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat yang menyambut dan menjadi pusat membawa orang bersama,” jelasnya, menekankan esensi masjid sebagai sentra komunitas, bukan hanya tempat ibadah semata. Ia merinci bahwa kerja sama yang akan dibangun akan mencakup penguatan hubungan antarorganisasi, berbagi pengalaman terbaik (best practices), serta pertukaran pengetahuan dalam manajemen dan pemberdayaan masjid.
Meskipun umat Islam di Australia berstatus minoritas, Sheikh Shadi mengungkapkan bahwa perkembangan masjid di negara tersebut terus menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, tercatat sekitar 400 masjid aktif yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial bagi umat Islam di seluruh Australia.
“Kami ingin belajar dari DMI dan berbagi sumber daya untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana masjid dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, menandakan keinginan kuat untuk mengadopsi model pengelolaan masjid yang sukses dari Indonesia, terutama dalam hal manajemen skala besar dan pemberdayaan komunitas.
Lebih jauh, Sheikh Shadi juga menyoroti peran strategis umat Islam Indonesia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk menjadi contoh kehidupan Islam yang moderat dan harmonis di kancah global.
“Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Hubungan antara Australia dan Indonesia, dari negara ke negara, orang ke orang, dan Islam ke Islam, sangat penting. Muslim Indonesia adalah contoh yang sangat baik bukan hanya untuk Muslim Australia, tetapi juga untuk seluruh dunia,” pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya diplomasi keagamaan dan pertukaran budaya Islam yang positif.
Pertemuan antara Dewan Masjid Indonesia dan Dewan Imam Nasional Australia ini diharapkan tidak hanya memperkuat ikatan bilateral, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mendorong kerja sama internasional yang lebih luas di bidang keumatan, pendidikan, serta pemberdayaan masjid sebagai pusat peradaban yang progresif. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi dan praktik terbaik dalam mengelola masjid, menjadikannya lebih relevan dan berdampak positif bagi masyarakat di kedua negara, serta menyebarkan pesan Islam yang damai dan moderat ke seluruh dunia.