Sederhana Mengabarkan Versi penuh
Green Intens

DLHK Bulukumba Ubah Penagihan Retribusi Sampah Jadi Ajang Sosialisasi Digitalisasi dan Dialog Warga di Paenre Lompoe

Oleh Redaksi Intens.id 16 Sep 2026 20:34 2 menit baca

Intens.id - Aktivitas penagihan retribusi persampahan di Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, kini hadir dengan pendekatan baru. Pada Rabu, 16 September 2026, petugas kolektor dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba tidak lagi sekadar mengumpulkan iuran, melainkan mengubah proses ini menjadi ruang interaksi untuk membangun kesadaran warga tentang pengelolaan sampah, sekaligus mendorong pembayaran digital.

Dalam setiap pertemuan dengan warga, petugas menjelaskan bahwa pembayaran retribusi adalah bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan pelayanan persampahan. Oleh karena itu, penagihan dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif, membuka ruang dialog, serta memberikan pemahaman mengenai mekanisme pembayaran yang kini semakin diarahkan pada sistem digital.

Salah satu poin penting yang terus disosialisasikan adalah penggunaan barcode atau QR Code untuk pembayaran retribusi. Sistem pembayaran berbasis digital ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, mempercepat proses transaksi, serta menjadi bagian dari upaya DLHK membangun tata kelola retribusi yang lebih tertib, transparan, dan terdokumentasi.

Digitalisasi pembayaran ini dipandang sebagai langkah penting menuju pelayanan publik yang lebih mudah diakses dan menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat modern.

Konsistensi dan Ruang Aspirasi Warga

Kegiatan penagihan ini dilaksanakan secara serentak setiap hari Rabu oleh petugas kolektor retribusi bersama pendamping. Konsistensi jadwal ini bertujuan membangun kedisiplinan, baik dalam pelaksanaan penagihan maupun dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban retribusi secara rutin.

Tidak hanya itu, setiap kunjungan petugas juga menjadi kesempatan untuk mendengarkan suara masyarakat. Warga diberikan ruang untuk menyampaikan saran, masukan, maupun keluhan apabila terdapat hal-hal yang dirasakan belum optimal dalam pelayanan persampahan oleh DLHK Kabupaten Bulukumba. Dengan demikian, kegiatan penagihan tidak berhenti pada urusan administrasi pembayaran, tetapi berkembang menjadi proses komunikasi dua arah antara penyelenggara layanan dan penerima layanan.

Membangun Pelayanan Partisipatif dan Lingkungan Bersih

Dari Desa Paenre Lompoe, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DLHK Bulukumba untuk membangun pelayanan persampahan yang lebih partisipatif. Ketika pembayaran retribusi berjalan tertib, sistem digital mulai dimanfaatkan, dan masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan keluhan serta saran, maka pelayanan persampahan dapat terus diperbaiki berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Pada akhirnya, kebersihan lingkungan dipandang bukan hanya tanggung jawab petugas. Ia merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah, petugas pelayanan, dan masyarakat. Melalui penagihan yang disertai sosialisasi, digitalisasi pembayaran, serta keterbukaan terhadap aspirasi warga, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa membayar retribusi adalah kontribusi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan pelayanan persampahan yang berkelanjutan.

Topik terkait
Sampah Retribusi Partisipasi Dialog