DEM Madura Soroti Perubahan Rundown Forum Hilir Migas, Minta Klarifikasi BPH Migas
DEM Madura Soroti Perubahan Rundown Forum Hilir Migas, Minta Klarifikasi BPH Migas
Intens.id - MADURA, Dewan Energi Mahasiswa Madura (DEM Madura) meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan klarifikasi terkait perubahan susunan acara atau rundown dalam pelaksanaan Forum Hilir Migas di Madura.
Persoalan tersebut mencuat setelah DEM Madura menyebut adanya perubahan rundown yang dilakukan beberapa jam sebelum kegiatan berlangsung. Perubahan itu, menurut DEM Madura, berdampak pada hak dan peran organisasi dalam kegiatan yang sebelumnya telah disepakati melalui pertemuan bersama.
Salah satu hal yang dipersoalkan adalah tidak diberikannya ruang sambutan kepada Presiden DEM Madura. Organisasi tersebut menyatakan bahwa sambutan tersebut sebelumnya telah masuk dalam kesepakatan terkait susunan acara.
DEM Madura menjelaskan bahwa Forum Hilir Migas di Madura terlaksana atas pengajuan mereka. Dalam pelaksanaannya, DEM Madura menyebut diri mereka sebagai pelaksana utama sekaligus pihak yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Karena itu, DEM Madura menilai perubahan susunan acara yang dilakukan menjelang pelaksanaan kegiatan perlu mendapatkan penjelasan dari pihak BPH Migas.
“Bagi DEM Madura, persoalan tersebut bukan sekadar perubahan teknis. Penghilangan ruang sambutan kepada Presiden DEM Madura merupakan bentuk pengabaian terhadap posisi DEM Madura sebagai pihak yang mengajukan dan menjadi pelaksana utama kegiatan,” demikian pernyataan sikap DEM Madura.
DEM Madura juga menyebut perubahan rundown dalam waktu yang sangat dekat dengan pelaksanaan kegiatan berdampak terhadap kesiapan dan keterlibatan mereka dalam forum tersebut.
Atas persoalan itu, DEM Madura meminta BPH Migas memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban secara resmi. Mereka menyatakan tetap membuka ruang penyelesaian secara terbuka dan profesional.
Ajukan Tiga Tuntutan
Dalam pernyataan sikapnya, DEM Madura menyampaikan tiga tuntutan kepada BPH Migas.
Pertama, DEM Madura meminta BPH Migas menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan terbuka atas tindakan yang menurut mereka mengakibatkan hilangnya atau berkurangnya hak serta peran DEM Madura dalam pelaksanaan kegiatan.
Kedua, DEM Madura meminta klarifikasi tertulis dan terbuka mengenai alasan tidak diberikannya ruang sambutan kepada Presiden DEM Madura, yang menurut mereka sebelumnya telah disepakati dalam meeting.
Ketiga, DEM Madura meminta penjelasan dan pertanggungjawaban terbuka mengenai perubahan rundown yang dilakukan beberapa jam sebelum kegiatan dan dinilai berdampak terhadap hak serta peran organisasi.
DEM Madura memberikan waktu 1×24 jam sejak pernyataan sikap tersebut disampaikan kepada BPH Migas untuk memenuhi tuntutan yang diajukan.
Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam batas waktu yang ditentukan, DEM Madura menyatakan akan mengambil langkah lanjutan melalui mekanisme organisasi dan jalur komunikasi publik.
Langkah tersebut, menurut DEM Madura, dapat dilakukan melalui penerbitan press release terbuka serta penyampaian persoalan kepada media pemberitaan sesuai ketentuan yang berlaku.
DEM Madura juga menyatakan telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dewan Energi Mahasiswa Indonesia (DEM Indonesia) untuk dilakukan pendalaman dan pengawalan organisasi.
Hingga pernyataan sikap tersebut disampaikan, DEM Madura menyatakan masih membuka ruang komunikasi dengan BPH Migas untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan Forum Hilir Migas di Madura.