Intens.id Versi penuh
News

Bulukumba Pacu Ekosistem Inovasi, Bidik Prestasi Gemilang di IGA Award 2026

Oleh Redaksi Intens.id 09 Jul 2026 13:26 4 menit baca

Intens.id, Bulukumba - Pemerintah Kabupaten Bulukumba kian serius dalam memperkuat budaya inovasi daerah sebagai motor penggerak peningkatan kualitas pelayanan publik. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), sebuah langkah strategis telah diambil dengan menggelar Workshop Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah yang dirangkai dengan Workshop Penginputan Aplikasi Innovative Government Award (IGA) Award 2026.

Acara penting ini berlangsung di Gedung Pinisi Lantai 4, pada Rabu, 7 Juli 2026, dan dihadiri oleh perwakilan seluruh perangkat daerah. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah forum krusial yang bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah, serta memastikan bahwa seluruh inovasi yang telah dikembangkan di Bulukumba memenuhi indikator penilaian ketat dari Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

IGA sendiri merupakan ajang bergengsi yang mengapresiasi inovasi pemerintah daerah dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan. Kesiapan Bulukumba dalam ajang ini mencerminkan komitmen terhadap reformasi birokrasi dan peningkatan daya saing daerah.

Kepala Bapperida Kabupaten Bulukumba, Irma Darmayanti Untung, dalam sambutannya mengungkapkan capaian yang membanggakan. Selama periode 2022 hingga 2026, Kabupaten Bulukumba telah berhasil melahirkan sebanyak 285 inovasi daerah. Inovasi-inovasi ini tersebar pada berbagai urusan pemerintahan, dengan fokus utama pada sektor pelayanan dasar masyarakat. Angka ini, menurut Irma, adalah bukti nyata komitmen kuat seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Jumlah inovasi yang telah lahir patut kita syukuri bersama. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita memastikan inovasi-inovasi tersebut tidak hanya sekadar tercatat, melainkan terus berjalan, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan pada akhirnya menjadi budaya kerja yang melekat di setiap perangkat daerah," tegas Irma Darmayanti Untung, menekankan pentingnya keberlanjutan dan dampak positif dari setiap inovasi.

Ia menambahkan bahwa inovasi bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk mencapai pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan. Dari total 285 inovasi tersebut, Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menjadi penyumbang terbanyak dengan 263 inovasi. Angka ini mengindikasikan fokus pemerintah daerah pada perbaikan tata kelola, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Sementara itu, Bidang Prasarana dan Wilayah menyumbang 22 inovasi, yang mencakup berbagai terobosan dalam infrastruktur dan penataan ruang.

Selain itu, terdapat pula berbagai inovasi pada sektor ekonomi dan sumber daya alam yang secara langsung mendukung peningkatan pelayanan publik dan akselerasi pembangunan daerah secara menyeluruh. Dalam arahannya, Kepala Bapperida juga menggarisbawahi tiga fondasi penting yang harus diperkuat untuk membangun ekosistem inovasi yang tangguh di Bulukumba. Pertama, menjaga keberlanjutan inovasi.

Inovasi tidak boleh berhenti sebatas pemenuhan administrasi atau ajang kompetisi, melainkan harus terintegrasi penuh ke dalam standar operasional prosedur (SOP) dan menjadi sistem kerja yang berkelanjutan. Hal ini untuk memastikan manfaat inovasi dapat dirasakan secara konsisten. Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Irma menekankan pentingnya sinergi agar inovasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dan melengkapi dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Kolaborasi antar perangkat daerah, dengan pihak swasta, akademisi, dan masyarakat, diyakini akan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Ketiga, meningkatkan pemanfaatan data digital yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Dengan data yang valid, setiap program dan inovasi dapat dirancang lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien, menghindari pemborosan sumber daya.

Workshop ini juga menghadirkan Abdurrahman Ramlan, seorang Konsultan Inovasi Daerah yang berpengalaman. Abdurrahman memberikan pendampingan teknis yang mendalam terkait proses penginputan dokumen dan indikator pada aplikasi IGA Award. Pendampingan ini krusial untuk memastikan seluruh inovasi Kabupaten Bulukumba terdokumentasi dengan baik, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan serta standar penilaian nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Pendampingan teknis ini menjadi kunci kesuksesan dalam menghadapi penilaian IGA 2026. Melalui serangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menaruh harapan besar agar budaya inovasi semakin mengakar kuat di seluruh perangkat daerah. Dengan demikian, Bulukumba mampu menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perubahan, kolaboratif dalam pelaksanaannya, dan berkelanjutan dalam manfaatnya. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bulukumba, tetapi juga mendongkrak daya saing Kabupaten Bulukumba pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2026, membawa pulang penghargaan nasional sebagai pengakuan atas komitmen inovasi daerah. 

Topik terkait
Innovative Government Award IGA Riset Bapperida Kemendagri Inovasi Pelayanan publik