Bulukumba Jadi Tuan Rumah Puncak Dies Natalis Unhas 2026
Intens.id, Bulukumba - Kabupaten Bulukumba akan menjadi saksi sejarah perayaan puncak Dies Natalis Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2026. Pengumuman menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), saat menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Bulukumba pada Minggu, 19 Juli 2026.
Keputusan ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan terhadap peran alumni di daerah, namun juga memperkuat ikatan emosional antara Unhas dan Butta Panrita Lopi, julukan Kabupaten Bulukumba.
Kabar penting tersebut disampaikan Prof. JJ dalam pertemuan hangatnya dengan jajaran Pengurus Ikatan Alumni (IKA) Unhas Kabupaten Bulukumba. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Ketua IKA Unhas Bulukumba Misbawati A. Wawo, beserta ratusan alumni Unhas dari berbagai latar belakang profesi.
Pertemuan ini menjadi penutup dari serangkaian kegiatan Rektor Unhas di daerah yang dikenal dengan keindahan pantainya tersebut, menegaskan komitmen Unhas untuk terus menjalin silaturahmi dan kolaborasi dengan para alumninya di seluruh pelosok negeri.
Prof. Jamaluddin Jompa mengungkapkan bahwa salah satu agenda puncak Dies Natalis Unhas akan dipusatkan di Bulukumba pada tanggal 30 Agustus 2026. Seluruh jajaran pimpinan dan petinggi Universitas Hasanuddin dijadwalkan akan hadir dalam kegiatan akbar tersebut.
"Bulukumba akan menjadi lokasi salah satu kegiatan puncak Dies Natalis Unhas. Seluruh jajaran pimpinan Unhas akan hadir di sini," tegas Prof. JJ, seraya menambahkan bahwa kehadiran para pimpinan ini merupakan wujud penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi antara almamater dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. JJ juga secara terbuka berbagi kedekatan emosionalnya dengan Bulukumba. Meskipun lahir di Kabupaten Takalar, masa kecilnya justru dihabiskan di tanah Bulukumba.
"Saya hanya lahir di Takalar. Lima hari kemudian saya dibawa ke Bulukumba dan menghabiskan sekitar sepuluh tahun pertama kehidupan saya di Sampeang, Kecamatan Rilau Ale," kenangnya, menunjukkan ikatan pribadi yang kuat dengan daerah tersebut, yang mungkin turut menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi puncak Dies Natalis.
Sebelumnya, Ketua IKA Unhas Bulukumba, Misbawati A. Wawo, dalam laporannya menyampaikan bahwa terdapat sekitar 500 alumni Unhas yang tersebar dan berkiprah di Kabupaten Bulukumba. Mereka mengisi berbagai sektor, mulai dari birokrat, pengusaha, akademisi, tenaga kesehatan, hingga profesional di sektor swasta.
IKA Unhas Bulukumba juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan. Misbawati menyebutkan bahwa organisasi alumni ini rutin menggelar pertemuan silaturahmi bulanan yang dikemas dalam bentuk arisan, serta aktif dalam kegiatan sosial dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan daerah.
Salah satu bentuk kolaborasi nyata yang telah berjalan baik adalah keterlibatan IKA Unhas Bulukumba bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam pengelolaan kegiatan Car Free Day di kawasan Pantai Merpati setiap Minggu pagi. Aktivitas ini menunjukkan bagaimana alumni Unhas tidak hanya berprestasi di bidangnya masing-masing, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat Bulukumba.
Prof. JJ pun menegaskan bahwa alumni merupakan salah satu pilar terpenting dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi, di mana kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh sivitas akademika di dalam kampus, tetapi juga oleh kontribusi para alumninya.
"Alumni adalah kunci. Almamater itu ibarat ibu kandung. Kedekatan kita dengan kampus seharusnya sama seperti kedekatan kita dengan ibu kandung sendiri," ujarnya, memberikan analogi yang kuat untuk menggambarkan pentingnya peran alumni.
Ia juga menyoroti prestasi Unhas yang terus meroket di kancah nasional maupun internasional, mampu bersaing dan bahkan melampaui sejumlah perguruan tinggi ternama lainnya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh alumni untuk terus memperkuat sinergi, memberikan kontribusi nyata, serta menjadi duta kampus di berbagai bidang pengabdian.
Prof. JJ juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun.
"Tidak ada istilah pensiun. Pensiun itu hanya urusan administrasi. Masih banyak ruang pengabdian yang bisa kita lakukan untuk masyarakat dan almamater," pesannya.
Menutup arahannya, Prof. JJ mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama membangun citra Universitas Hasanuddin sebagai kampus yang unggul dalam prestasi, inovasi, dan kontribusi bagi bangsa. "Mari kita ubah citra Unhas. Bukan lagi dikenal sebagai kampus yang suka demo, tetapi sebagai kampus yang melahirkan prestasi dan karya untuk Indonesia," pungkasnya, menandai semangat baru yang diusung Unhas di bawah kepemimpinannya.