Intens.id Versi penuh
News

BPC HIPMI Maluku Utara Pertanyakan Komitmen SC dan OC Musdalub HIPMI Maluku Utara

Oleh Redaksi Intens 01 Jun 2026 14:51 2 menit baca

Intens.id, Ternate – Jelang Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Maluku Utara yang dijadwalkan besok, 2 Juni 2026, Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI se-Maluku Utara menyuarakan sorotan tajam. Kekhawatiran muncul mengingat Musdalub kali ini merupakan upaya ketiga setelah dua Musyawarah Daerah (Musda) sebelumnya gagal menghasilkan pelantikan dan Rapat Kerja Daerah.

Keresahan para pengurus BPC ini bukan tanpa alasan. Mereka menyoroti sejarah panjang Musda BPD HIPMI Maluku Utara yang sebelumnya dua kali tidak kunjung tuntas, berujung pada tidak adanya pelantikan pengurus dan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Kondisi ini secara otomatis membuka ruang bagi penyelenggaraan Musdalub untuk kali ketiga. Dalam Musdalub kali ini, dua pasangan calon telah resmi mendaftar dan siap bertarung, yakni Ronald Reagen Sumampow dan Abdul Kadir Uswanas.

Menurut perwakilan BPC HIPMI Maluku Utara yang ditemui wartawan, rasa kecewa mendalam dirasakan. "Kami kecewa, kami sudah tersita waktu, tenaga dan lain sebagainya," ujar mereka serempak. Mereka menambahkan bahwa organisasi dan para kandidat telah menguras banyak sumber daya, baik materi maupun non-materi, demi kelancaran dan kesuksesan setiap tahapan Musda hingga Musdalub ini. Oleh karena itu, BPC HIPMI Maluku Utara mendesak Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musdalub kali ini untuk menunjukkan keseriusan penuh. Tuntutan utama mereka adalah agar SC dan OC membuat surat pernyataan tertulis yang menjamin kepastian penyelesaian Musdalub hingga kepastian pelantikan pengurus baru oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Lebih jauh, BPC menuntut adanya surat pernyataan pertanggungjawaban dan pengembalian dalam bentuk apapun, jika Musdalub ini kembali gagal membuahkan hasil kepemimpinan yang sah dan pelantikan.

Meskipun ada kekhawatiran dari BPC, para kandidat sendiri telah menunjukkan komitmen untuk menjaga integritas proses. Sebagaimana disampaikan, dalam forum Ketua BPC HIPMI Maluku Utara sebelumnya, kedua kandidat telah menandatangani Pakta Integritas yang menyatakan kesiapan mereka untuk menerima apapun hasil Musdalub, baik kemenangan maupun kekalahan. Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi proses yang demokratis dan sportif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musdalub HIPMI Maluku Utara belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan BPC. Namun, semangat "Bertanding untuk Bersanding" yang menjadi filosofi HIPMI tetap didengungkan sebagai landasan bersama untuk mencapai kepemimpinan yang solid dan membawa organisasi lebih maju, terlepas dari dinamika dan tantangan yang ada.