Aliyah Mustika Ilham Tekankan Desain RSUD Daya Tampilkan Identitas Kota Makassar
Berikut adalah artikel berita yang telah dikembangkan sesuai kaidah jurnalistik dan siap tayang, lengkap dengan alternatif judul yang menarik: * Alternatif Judul: Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dorong Desain RSUD Daya Berkarakter Lokal dan Anggaran Transparan Prioritaskan Identitas dan Kualitas, Wawali Makassar Tinjau Perencanaan RSUD Daya RSUD Daya Diharapkan Jadi Ikon Baru Makassar, Wawali Aliyah Tekankan Perencanaan Matang * Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dorong Desain RSUD Daya Berkarakter Lokal dan Anggaran Transparan
Intens.id, Makassqr - Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara tegas menggarisbawahi urgensi perencanaan yang matang dan komprehensif dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya. Dalam sebuah audiensi penting dengan Tim Konsultan Pembangunan RSUD Daya pada Selasa (14/7/2026) di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Aliyah secara khusus menyoroti dua aspek krusial: desain bangunan yang berkarakter dan estimasi anggaran yang terukur. Pertemuan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mewujudkan fasilitas kesehatan modern yang representatif dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan medis masyarakat.
Audiensi tersebut membahas secara mendalam perkembangan perencanaan proyek RSUD Daya, mencakup konsep desain arsitektur, penataan tata ruang interior dan eksterior, serta proyeksi kebutuhan anggaran. Tujuan utama dari pembahasan ini adalah untuk memastikan bahwa rumah sakit yang akan dibangun tidak hanya memenuhi standar fasilitas kesehatan terkini, tetapi juga memiliki identitas kuat yang merefleksikan kebanggaan Kota Makassar. Aliyah Mustika Ilham menekankan bahwa setiap detail perencanaan harus ditinjau secara komprehensif untuk menghindari kendala di kemudian hari dan menghasilkan bangunan yang berfungsi optimal, aman, serta nyaman bagi seluruh penggunanya.
Dalam arahannya, Aliyah Mustika Ilham secara lugas meminta tim konsultan untuk menghadirkan desain rumah sakit yang tidak hanya fungsional dan memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional, tetapi juga kaya akan nilai estetika dan mampu mencerminkan identitas budaya serta kearifan lokal Kota Makassar. Ia mendorong agar desain yang diajukan tidak bersifat generik, melainkan memiliki ciri khas yang unik dan mudah dikenali sebagai bagian dari kota anging mammiri. "Kami ingin melihat beberapa alternatif desain, baik tampak depan, samping, maupun bagian dalam bangunan. Masukkan unsur identitas Kota Makassar agar RSUD Daya memiliki karakter arsitektur yang menjadi kebanggaan masyarakat," ujar Aliyah Mustika Ilham, memberikan penekanan pada aspek visual dan kultural yang kuat.
Permintaan untuk menyajikan beberapa alternatif desain, mulai dari tampak depan, samping, hingga konsep interior bangunan, bertujuan agar Pemerintah Kota Makassar memiliki pilihan yang beragam dan dapat dikaji secara mendalam sebelum menentukan desain final. Proses pemilihan ini diharapkan melibatkan pertimbangan dari berbagai sudut pandang, termasuk aspek fungsionalitas, keberlanjutan, efisiensi operasional, dan tentu saja, kemampuan untuk menjadi ikon arsitektur kota. Desain yang terpilih nantinya diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman, mendukung proses penyembuhan pasien, dan membanggakan bagi seluruh warga Makassar.
Selain aspek desain, Aliyah Mustika Ilham juga memberikan perhatian serius terhadap penyusunan estimasi anggaran. Ia meminta agar rincian anggaran disusun secara lengkap, transparan, dan komprehensif. Menurutnya, detail anggaran yang akurat dan jelas merupakan fondasi penting dalam proses pembahasan selanjutnya serta pengambilan keputusan. Dengan estimasi yang rinci, Pemkot Makassar dapat memastikan bahwa pembangunan berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, menghindari pemborosan atau kekurangan dana di tengah jalan yang dapat menghambat proyek. "Kami berharap estimasi anggaran disusun secara lengkap dan detail sehingga dapat menjadi bahan diskusi bersama sebelum memasuki tahapan selanjutnya," tambahnya, menekankan pentingnya akuntabilitas finansial dan pengelolaan sumber daya yang optimal.
Komitmen Pemerintah Kota Makassar terhadap proyek pembangunan RSUD Daya ini sangat tinggi. Aliyah Mustika Ilham, yang memiliki rekam jejak sebagai Anggota DPR RI Komisi IX Periode 2014-2024 dengan fokus pada isu kesehatan, menegaskan bahwa setiap tahapan pembangunan akan melalui proses perencanaan yang sangat matang. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa rumah sakit yang dibangun nantinya tidak hanya mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi sesuai standar medis terkini, tetapi juga dapat menjadi ikon fasilitas kesehatan modern yang merepresentasikan wajah Kota Makassar di kancah nasional maupun internasional. Visi ini mencakup harapan agar RSUD Daya menjadi pusat rujukan yang unggul dan kebanggaan bagi masyarakat.
Audiensi penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci di lingkungan Pemerintah Kota Makassar dan jajaran RSUD Daya, menunjukkan keseriusan dan kolaborasi lintas instansi dalam menyukseskan pembangunan ini. Mereka yang mendampingi Wakil Wali Kota antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin, Sekretaris Dinas Kesehatan Ahmad Asy'ari, Direktur Utama RSUD Daya Andi Any Muliany Mahyuddin, Wakil Direktur I Umum dan Keuangan Riyadus Sholihin, Wakil Direktur II Pelayanan Medik Reini Meilani Isbach, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Sri Neswati Rismanin, serta Kepala Bagian Pelayanan Medik Ervina Mariani.
Sementara itu, Tim Konsultan Pembangunan RSUD Daya yang memaparkan konsep awal dipimpin oleh Direktur Utama Rheno Setiawan bersama Direktur Teknik Afif Nafir. Paparan mereka menjadi bahan diskusi awal yang konstruktif dengan Pemkot Makassar, menyoroti berbagai aspek teknis dan estetika yang diharapkan dapat diakomodasi dalam desain akhir. Sinergi antara pemerintah daerah dan konsultan ahli diharapkan dapat menghasilkan perencanaan terbaik demi terwujudnya RSUD Daya yang modern, fungsional, dan beridentitas Makassar, demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kota.