Intens.id, Kukar – Sekretaris Jenderal Tunas Muda Indonesia Raya (Tidar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Hasran, menyambut positif wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Menurut Hasran, mekanisme pemilihan secara perwakilan dinilai menjadi solusi efektif untuk meredam ketegangan dan potensi perpecahan yang kerap muncul di tengah masyarakat saat Pilkada langsung digelar.
Ia menyoroti rekam jejak demokrasi sejak era reformasi hingga rentang waktu 2004–2024. Menurutnya, sistem pemilihan langsung hampir selalu memicu polarisasi tajam.
“Perbedaan pilihan politik kerap melahirkan kubu-kubu yang berujung pada konflik sosial, baik sebelum maupun setelah pemungutan suara,” ujar Hasran.
Oleh karena itu, Hasran menilai perlunya penyegaran dalam tata cara berdemokrasi di Indonesia. Ia meyakini, pemilihan melalui parlemen dapat melokalisir potensi konflik.
“Kalau Pilkada dilakukan melalui DPR/DPRD, potensi perpecahan di masyarakat bisa diminimalkan. Kalaupun ada konflik atau praktik money politics, itu hanya terjadi di tataran elit,” jelasnya.
Selain isu kohesivitas sosial, Hasran juga menyoroti maraknya praktik politik uang di lapangan yang dinilai telah mencederai nilai-nilai demokrasi.
Ia menyebut, banyak calon kepala daerah harus menggelontorkan biaya fantastis demi memenangkan kontestasi. Hal ini berdampak buruk pada orientasi kepemimpinan saat mereka menjabat.
“Akibatnya, ketika terpilih, kepala daerah cenderung lebih sibuk mengembalikan modal politik ketimbang menjalankan amanat rakyat. Ini fakta yang kita lihat secara nasional,” tegasnya.
Atas dasar evaluasi terhadap dampak sosial dan tingginya biaya politik tersebut, Hasran menilai usulan agar Pilkada dilakukan secara perwakilan adalah hal yang wajar dan patut dipertimbangkan.
Meski mengakui pemilihan langsung adalah bagian dari proses demokrasi, ia menekankan pentingnya mengevaluasi dampak negatif yang ditimbulkan.
“Karena banyaknya perpecahan di masyarakat sebelum dan sesudah pemilu, saya memandang positif wacana Pilkada melalui DPR,” pungkasnya. (*)





