Toraja – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesian (ISMEI) Wilayah X Sulawesi siap menggelar Simposium Ekonomi dan Rapat Kerja Wilayah yang akan menyoroti peran strategis ekonomi hijau (Green Economy) dan ekonomi biru (Blue Economy) dalam pembangunan masa depan. Bertempat di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja pada 4-7 Desember 2025, simposium ini secara khusus mengajak mahasiswa ekonomi untuk menjadi agen inovasi.
Kegiatan ini mengusung tema sentral “Disrupsi dan Keberlanjutan: Mengadvokasi Green dan Blue Economy sebagai Pilar Visi Pembangunan Sulawesi 2045.” Tema ini dipilih untuk merespons tantangan disrupsi teknologi dan perubahan iklim yang membutuhkan solusi ekonomi berkelanjutan.
Koordinator ISMEI Wilayah X Sulawesi, Ahmad Aprilyansah Tompo, menyatakan bahwa kontribusi pemikiran generasi muda dibutuhkan dalam merumuskan konsep pembangunan regional.
“Visi Pembangunan Sulawesi 2045 membutuhkan fondasi yang kuat, dan kami yakin dan percaya bahwa fondasi itu adalah Green dan Blue Economy. Kami mengajak seluruh akademisi, peneliti, dan khususnya mahasiswa, untuk berpartisipasi aktif dalam simposium ini. Sumbangsih pemikiran dari generasi muda adalah energi utama untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh, ramah lingkungan, dan adil bagi semua,” ujar Ahmad.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa menyambut positif tantangan ini. Angelia Salu, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, menekankan bahwa simposium ini adalah wadah strategis bagi penerapan ilmu.
“Kami, mahasiswa ekonomi, harus mengambil peran dan menjadi garda terdepan dalam menghadapi disrupsi. Simposium ini adalah kanvas bagi ide-ide kami. Di sini, kami dapat membuktikan bahwa keberlanjutan (sustainability) adalah kunci pertumbuhan. Toraja bukan hanya tentang masa sejarah dan adat, tapi juga tentang masa depan ekonomi hijau yang kami rancang sendiri,” tegas Angelia.
Toraja: Laboratorium Green Economy
Pemilihan Toraja sebagai lokasi penyelenggaraan juga memiliki nilai strategis. Toraja dinilai sebagai model yang ideal untuk implementasi Green Economy, khususnya di sektor pertanian organik, energi terbarukan, dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Selain sesi pleno dan diskusi panel bersama para ekonom terkemuka dan pengambil kebijakan, simposium ini akan memfasilitasi sesi presentasi paralel untuk makalah ilmiah dan ide inovatif. Peserta juga diagendakan mengikuti field trip untuk mengamati praktik ekonomi lokal yang berkelanjutan di Toraja.





